Minggu, 13 Maret 2011

Materi Uang, Ekonomi Kelas X


MODUL MATERI EKONOMI

Pengertian Uang

Dari jaman dahulu masyarakat sudah mengetahui mengenai perdagangan, diawali dari perdagangan dengan cara barter dan sampai saat ini orang sudah mendapatkan alat bantu yang disebut uang dalam memudahkan pertukaran.Uang yang dimiliki tiap negara berbeda-beda dan mempunyai nilai. Dengan memiliki nilai, maka  dapat diukur perbandingan mata uang tiap-tiap negara.
Menurut R.J. T homas menyatakan, uang adalah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembelian barang dan jasa, barang berharga lainnya dan pembayaran utang.
Sebelum mengenal uang masyarakat melakukan barter dalam setiap transaksi dengan kegiatan barter, namun barter memiliki kelemahan yaitu :                
1.      Perekonomian bartermemerlukan kehendak ganda yang selaras
2.      Sulit penentukan harga
3.      Membatasi pilihan pembeli
4.      Menyulitkan pembayaran dimasa depan
5.      Sulit menyimpan kekayaan
Beberapa ahli mendefinisikan uang sebagai berikut:
Uang adalah sebagai alat tukar (A.C. Pigou), yang dapat diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang  (D.H. Robertson)  dan pembelian jasa serta kekayaan berharga lainnya dan dapat digunakan untuk pembayaran utang (R.G. Thomas).
Secara umum uang dapat diartikan sebagai benda yang disetujui masyarakat sebagai alat perantara dalam kegiatan tukar menukar barang dan jasa, dan sebagai alat penghitung kekayaan.
Berdasarkan pengertian mengenai uang, maka kita dapat mengetahui syarat suatu benda dapat dijadikan uang, yaitu:
  1. dapat diterima oleh masyarakat umum (acceptability)
  2. tidak mengalami perubahan dan tidak cepat rusak (durability)
  3. nilainya tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu yang lama (stability of value)
  4. praktik dan mudah dibawa kemana-mana (portability)
  5. mudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai (divisibility)
  6. kualitasnya relatif sama (uniformity)
  7. jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan (scarcity)
Uang fiat adalah uang yang diterima secara luas karena dinyatakan oleh pemerintah sebagai alat pembayaran yang sah.
FUNGSI UANG
A.    Fungsi Asli
1.      Fungsi uang sebagai alat tukar
Dengan adanya uang pembeli dapat mendapatkan barang yang diinginkan dan penjual dapat menggunakan uang tersebut uang membeli barang kembali
2.      Sebagai satuan hitung
Berhubungan dengan jasa yang diberikan, jasa dari hasil pekerjaan dapat dinilai dengan satuan uang yang diterima setiap bulan.
B.     Fungsi Turunan
1.      Penyimpan nilai atau kekayaan (store of value )
2.      Alat pembayar utang
3.      Sebagai penunjuk harga
4.      Alat pemindah kekayaan
5.      Alat pencipta kesempatan kerja
JENIS UANG
A.    Menurut berlakunya sebagai alat pembayaran
1.      Uang kartal  Uang yang diterbitkan oleh pemerintah, dalam hal ini bank sentral yaitu uang kertas dan logam
2.      Uang giral  adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk deposito, cek dan rekening giro yang dikeluarkan oleh bank umum
B.     Menurut Niainya
1.      Full Bodied Money adalah uang yang nilai intrinsik/ nilai pembuatannya sama dengan nilai nominal/nilai yang tertera pada uang tersebut
2.      Token Money adalah mata uang yang nilai nominalnya lebih besar dari pada nilai intrinsiknya
C.     Menurut bahan pembuatnya
1.      Uang kertas (ongkos pembuatannya murah, mudah dibawa)
2.      Uang logam (emas dan perak)
D.    Menurut lembaga yang mengeluarkan
1.      Bank sentral (menciptakan uang kartal)
2.      Bank umum (menciptakan uang giral)
Teori nilai uang
Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya nilai uang anatara lain sbb :
1.      Jumlah uang yang beredar atau penawaran uang
2.      Kecepatan uang yang beredar atau permintaan uang
3.      Jumlah barang yang diperdagangkan
A.    Teori Nilai Barang
Menyatakan bahwa uang berasal dari barang sehingga orang beranggapan uang harus memiliki nilai nominal yang sama dengan nilai intrinsiknya (full bodied money), teori ini dibahas oleh tiga golongan :
1.      Golongan Metalistik (Logam)
Uang yang dapat diterima adalah uang yang terbuat dari logam (murni). Tokohnya Adam Smith, David Ricardo dan John Stuart Mill
2.      Golongan Nonmetalistik (nonlogam)
Uang terbuat dari barang, namun nilainya tidak berdasarkan logam untuk membuat uang tersebut
3.      Golongan Nominalis
B.     Teori Kuantitas
C.     Teori Pendapatan
Dari beberapa pengertian mengenai uang, maka uang dapat dibedakan berdasarkan jenisnya yaitu:

Permintaan dan Penawaran

1. Permintaan Uang
Permintaan terhadap uang dapat diartikan sebagai penetapan nilai uang yang dapat diperoleh untuk mendapatkan sejumlah barang dan jasa.
Contoh, pada tahun 1998 sebelum krisis moneter dengan mengeluarkan sejumlah uang Rp. 5000, kita dapat memperoleh 2 kg beras. Tetapi saat sekarang, dengan jumlah uang yang sama kita hanya dapatkan 1 kg beras dengan kualitas beras yang sama.
Naik turunnya harga barang disebabkan oleh:
  • nilai barang
  • nilai uang
apabila semua harga barang mengalami perubahan, maka dapat dikatakan nilai uang yang berubah.  Perubahan nilai uang dapat dijelaskan dengan menggunakan teori jumlah (teori kuantitas, Marshall) yaitu: adanya keseimbangan antara jumlah uang yang beredar dengan berbagai faktor yang ikut mempengaruhinya.
Faktor yang mempengaruhi permintaan uang :
1.      Tingkat pendapatan
2.      Tingkat bunga
3.      Pendapatan yang diharapkan
4.      Kekayaan masyarakat
5.      Tersedianya fasilitas kredit
6.      Perkiraan harga diwaktu yang akan datang
7.      System/cara pembayaran yang berlaku
Sehingga teori kuantitas dirumuskan:  M = k.PT
M  = jumlah uang yang beredar
PT = jumlah nilai transaksi (pendapatan nasional)
k  = konstanta
Dari teori Marshall dapat dicontohkah:
Bila  Indonesia memiliki pendapatan nasional sejumlah Rp. 888 triliun, bila masyarakat secara umum memegang uang sejumlah 45% dari jumlah transaksi tiap tahunnya, maka jumlah uang yang beredar = 45% x Rp. 888 triliun = Rp. 399,6 triliun.
Dan diketahui sasaran pertumbuhan ekonomi (T) ditetapkan 20% dan tingkat inflasi optimal 5%, maka tingkat kenaikan jumlah uang (M) = 20% + 5% = 25%
Maka  jumlah uang yang dibutuhkan:
 M = 45% x (Rp. 888 triliun + 25% x Rp. 888 triliun )
    = 0,45 x 1.110 triliun
     = Rp. 499,5 triliun
T dan k dianggap relatif tetap, karena:
- T tergantung pada kapasitas produksi nasional
- k tergantung pada kebiasaan pembayaran di masyarakat
Teori Kuantitas Uang oleh Irving Finsher “ Persamaan Pertukaran atau Equation of exchange”
MV = PT
M = Jumlah uang yang beredar (money suplply)
V = Tingkat perputaran uang, yakni berapa kali suatu mata uang berpindah tangan (velocity of money)
P = Tingkat harga (price)
T = Volume barang yang menjadi objek transaksi

Permintaan Uang Menurut Keynes
Ada 3 motif orang membutuhkan uang :
1.      Permintaan uang untuk keperluan transaksi (transaction motive)
Untuk membelanjai kebutuhan sehari-hari
2.      Permintaan uang untuk keperluan berjaga-jaga (precautionary motive)
Uang untuk berjaga-jaga, missal untuk keluarga yang sakit, pendidikan dimasa depan dll
3.      Permintaan uang untuk keperluan spekulasi (speculative motive)
Uang dibelikan surat berharga dengan harapan memperoleh keuntungan dengan penjualan surat berharga tersebut.
2. Penawaran Uang
Penawaran atas uang dapat diartikan, jumlah semua uang yang beredar dalam satu sistem perekonomian.  Jumlah uang yang beredar dapat dibedakan atas:
  • kewajiban sistem moneter yang terdiri atas uang kartal dan uang giral
PENAWARAN UANG (SUPPLY MONEY)
1.      M1 = Uang Karta + uang Giral
2.      M2 =  M1 + Uang Kuasi
3.      M3 = M2 + Deposito berjangka dilembaga tabungan non bank
kewajiban sistem moneter yang terdiri atas uang giral (rekening giro, kiriman uang, simpanan berjangka dan tabungan), uang kartal, uang kuasi.
Uang kuasi adalah sejenis uang yang salah satu fungsinya sebagai alat pembayaran sementara yang tertunda. Contoh: tabungan berjangka (time deposit) dan tabungan (saving deposit) pada lembaga keuangan bukan bank.

Jumlah Uang yang Beredar

Di dalam kehidupan masyarakat, jumlah uang yang beredar ditentukan oleh kebijakan dari bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang melalui  kebijakan moneter. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar adalah:
  1. Kebijakan Bank Sentral berupa hak otonom dan kebijakan moneter (meliputi: politik diskonto, politik pasar terbuka, politik cash ratio, politik kredit selektif) dalam mencetak dan mengedarkan uang kartal.
  2. Kebijakan pemerintah melalui menteri keuangan untuk menambah peredaran uang dengan cara mencetak uang logam dan uang kertas yang nominalnya kecil.
  3. Bank umum dapat menciptakan uang giral melalui pembelian saham dan surat berharga.
  4. Tingkat pendapatan masyarakat
  5. Tingkat suku bunga bank
  6. Selera konsumen terhadap suatu barang (semakin tinggi selera konsumen terhadap suatu barang maka harga barang tersebut akan terdorong naik, sehingga akan mendorong jumlah uang yang beredar semakin banyak, demikian sebaliknya)
  7. Harga barang
  8. Kebijakan kredit dari pemerintah
Dari beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka kita dapat melihat hal apa saja yang mempengaruhi permintaan uang, yaitu:
  1. besar kecilnya pembelanjaan negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional.
  2. cepat lambatnya laju peredaran uang
  3. motif memiliki uang tunai, J.M Keynes dalam teori liquidity preference: motif transaksi (transaction motive), motif berjaga-jaga (precautionary motive), motif spekulasi (speculative motive)
Bila ada hal yang mempengaruhi permintaan uang, berarti ada hal yang mempengaruhi penawaran uang juga, yaitu:
  1. tinggi rendahnya tingkat bunga
  2. tingkat pendapatan masyarakat
  3. jumlah penduduk
  4. keadaan letak geografis
  5. struktur ekonomi masyarakat
  6. penguasaan iptek
  7. globalisasi ekonomi
Kebijakan pemerintah terhadap jumlah uang yang beredar di masyarakat dilakukan dengan cara:
1.      pengendalian tingkat bunga melalui politik diskonto.

2.      menarik atau menambah jumlah uang yang beredar melalui politik pasar terbuka dengan cara membeli atau menjual surat-surat berharga.
SBI = Sertifikat Bank Indonesia
3.      pemotongan nilai mata uang melalui kebijakan sanering yang dilakukan bank sentral
4.      melakukan revaluasi/devaluasi.

Dari sisi politik kebijakan moneter dapat dibedakan atas:
v  Politik Uang Ketat (Tight Money Policy)
  • peningkatan suku bunga (discount policy)
  • penjualan SBI (open market policy)
  • peningkatan cadangan kas (cash ratio)
  • pengetatan pemberian kredit

v  Politik Uang Longgar ( Easy Money Policy)
  • penurunan tingkat suku bunga
  • pembelian SBI
  • penurunan cadangan kas
  • pemberian kredit longgar

Standar Moneter

Standar moneter adalah benda yang ditetapkan sebagai objek pembanding atau nilai dalam jumlah satuan tertentu dan dalam waktu tertentu sebagai alat kesatuan hitung.
Standar mata uang yang digunakan dapat berupa logam atau kertas.
1.      Standar Uang Logam  (Metal Standard)
Apabila logam tertentu, baik emas atau perak digunakan sebagai standar keuangan negara. Standar logam dibedakan atas:
  • standar emas tunggal(monometalism), menggunakan emas atau perak sebagai standar keuangan
    Standar emas tunggal terbagi: 1. standar emas tulen (pure gold standard), uang emas dan uang kertas yang beredar; 2. standar inti emas (gold bullion standard), uang perak & uang kertas yang beredar ; 3. standar wesel (gold exchange standard), emas & wesel dari negara yang berstandar
  • sistem standar kembar (bimetallism), menggunakan emas dan  perak sebagai dasar keuangan negara dan perbandingan keduanya (Thomas Gresham dalam teorinya the bad money always drives out good money; uang yang nilai bahannya rendah akan mendesak nilai bahan yang lebih tinggi, sehingga uang logam yang nilai bahannya tinggi akan disimpan orang) ditetapkan oleh undang-undang
  • sistem standar pincang, bila emas digunakan sebagai dasar keuangan dan perak sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi masyarakat tidak bisa bebas mencetaknya.
2.      Standar Kertas (Ametalism)
Uang kertas berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Di dalam suatu negara beredar uang kertas dalam jumlah yang tidak terbatas dan uang tersebut tidak bisa ditukar dengan emas.
Kelebihan dan kekurangan dari sistem standar moneter

1 komentar: